Kaliwungu- Imtihan Wathani (Ujian Akhir) Berstandar Nasional Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) adalah salah satu ikhtiar besar yang dilakukan oleh Diretorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) untuk masa depan bangsa. Tahun ini merupakan Imtihan Wathani yang Ke Lima untuk marhalah ulya setingkat Madrasah Aliyyah atau SLTA dan Ke Dua bagi Marhalah Wustho setingkat Madrasah Tsanawiyah atau SLTP.

Apabila mengacu pada PMA Nomor 13 Tahun 2014, maka terdapat perbedaan yang spesifik antara Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dengan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) yang diatur di PMA Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah Pada Pondok Pesantren. Perbedaan ini bisa ditemukan dalam kurikulum, proses pembelajaran, ujian akhir dan penilaian, proses penerbitan ijazah, hingga keterlibatan pemerintah di dalamnya.
Kurikulum dan proses pembelajaran PDF mengacu pada kisi-kisi dan standar yang ditetapkan bersama asosiasi PDF. Berdeda dengan pendidikan Muadalah yang kurikulumnya ditentukan secara otonom oleh pondok pesantren pelaksana.
Ujian akhir dan penilaian PDF juga mengacu pada standar bersama Asosiasi PDF dan disahkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4503 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional Tingkat Ulya dan Wustho tahun ajaran 1440-1441 H.

Ujian akhir dan penilaian PDF ini berbeda dengan SPM yang seluruh prosesnya dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pesantren pelaksana.
Proses penerbitan ijazah juga terdapat perbedaan mendasar. Apabila di Muadalah dilakukan secara mandiri, maka di PDF seluruh proses penerbitan ijazah dilakukan oleh Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat PD Pontren. “Ijazah PDF akan diberi nomor seri/koding ijazah sehingga seluruh ijazah dapat menjadi indikator jumlah lulusan secara kuantitatif dan penilaian hasil nasional secara kualitatif.”
Harapan dari Imtihan Wathani yang dilaksanakan serempak penyelenggara PDF seluruh Indonesia pada hari Sabtu-Senin tanggal 14-16 Maret 2020 , dapat menjadi barometer keberhasilan pendidikan di Pesantren dan Kemenag khususnya dalam pelaksanaan Pendidikan Diniyah Formal dan dapat menjadi penyumbang APK Pendidikan Tinggi dan Ma`had Aly.
Di PDF APIK Kaliwungu Kendal misalnya,dalam pelaksanaan Imtihan Wathoni kali ini untuk tingkatan Ulya diikuti 62 Santri sedangkan untuk tingkatan Wustho sendiri diikuti 129 Santri.
Sebelum pelaksanaan Imtihan Wathoni dilaksanakan mereka juga di Breafing dengan adanya Try out,Agar hasil dari Ujian Mereka dapat maksimal.
Related Post
Terbaru
- HIMMAHKU PEKALONGAN BERSAMA DZURIYAH PONPES SALAF APIK SALURKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR
- Asesmen PDF Ulya APIK: Langkah Nyata Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
- Kang Jalal Jadi Garda Depan Pangan Halal, Baznas-RMI PWNU Jateng-MUI Bersinergi
- DZULQA’DAH BULAN DAMAI, DIPLOMASI, DAN DAKWAH RASULULLAH
- RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing
Leave a comment