Berita terkini
Hormat Kepada Guru Perspektif Santri

www.apikkaliwungu.com_Hal yang tidak boleh dilupakan dalam hidup kita adalah mendoakan mereka yang telah berjasa melepaskan diri dari kebodohan. Peran guru, ustadz, kiai, ulama demikian sangat bermakna sehingga kita menjadi orang berguna pada saat ini.

Sudah menjadi keharusan bagi seorang santri mendoakan guru-gurunya sebagaimana doa kepada orang tua. Karena guru adalah pendidik ruhani, sedang orang tua lebih banyak berperan sebagai pendidik jasmani. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam syair yang dikutip Ta’lim Muta’allim:

 

أُقَدِّمُ أُسْتَاذِي عَلَى نَفْسِ وَالِدِي * وَإِنْ نَالَنِي مِنْ وَالِدِي الْفضْلَ وَالشَرَف

Artinya: Aku lebih mengutamakan guruku dari orang tuaku, meskipun aku mendapat dari orang tuaku keutamaan dan kemuliaan.

 

فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ * وَهذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَف

Artinya: Ustadzku adalah pengasuh jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pengasuh badanku dan badan bagaikan kerangnya.

 

Dari syair di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwasannya seorang guru harus kita doakan pula, sebagaimana doa kita kepada orang tua, bahkan lebih. Entah doa yang berupa keselamatan, ampunan dan lain-lain.

 

Suatu hari, anak Imam Ahmad bin Hanbal, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menanyakan kepada beliau: Wahai ayahku, bagaimana sosok Imam asy-Syafi’i itu? Aku mendengar bahwa engkau banyak mendoakannya. Imam Ahmad bin Hanbal menjawab: Wahai anakku, Imam Syafi’i itu diperumpamakan seperti matahari bagi dunia, dan kesehatan bagi manusia. Lihatlah, apakah kedua benda itu memiliki pengganti?

Dari dialog di atas kita dapat mengambil kongklusi, betapa pentingnya mendoakan guru-guru kita kyai-kyai kita, yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Syekh Abdul Fattah Abu Guddah menuliskan doa ampunan bagi guru-guru kita dalam catatan kaki kitab Risâlah al-Mustarsyidin:

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

Artinya: Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang. (Imam al-Haris al-Muhasibi, Risâlah al-Mustarsyidin, Dar As-Salam, halaman 141)

Semoga kita dapat mengamalkan doa di atas, sembari mengharapkan keberkahan atas ilmu yang telah dipelajari dan ampunan bagi guru-guru kita semua. Aamiin.​

Semoga Bermanfaat…..

 

By: Abdul Majid Muhdlor

 

Facebook Comments

About the author

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *