www.apikkaliwungu.com_Kaliwungu, Rabu 12 Oktober 2022 M/16 Robi’ul Awal 1444 H.
“KH.Muhammad Imron Humaidulloh” adalah sosok kyai disiplin dan telaten. Merupakan putra Pertama dari buah pernikahan KH.Humaidulloh dan Nyai Hj.Aisyah Ridlwan. Kyai Imron dilahirkan di Kaliwungu tanggal 31 Januari 1951 bertepatan dengan tanggal 23 Rabi’ul Akhir 1370, Semenjak kecil ayah beliau mendidik putra-putrinya dengan sangat disiplin mulai dari belajar mengaji, sampai pekerjaan rumah sehari-hari dilakukan oleh seluruh putra-putrinya tanpa adanya andil abdi ndalem yang terlibat, padahal pada saat itu keberadaan santri yang mondok di pondok pesantren salaf APIK berjumlah sekitar seribuan orang lebih, buah kedisiplinan dan pendidikan yang diterapkan oleh ayahnya ini sehingga membentuk karakter seluruh putra-putrinya menjadi manusia yang mandiri dan multidisiplin.
Semasa kecil Kyai Imron mendapatkan pendidikan agamanya langsung dari orang tuanya mulai belajar membaca Al-Quran hingga membaca kitab kuning, untuk pendidikan formal kyai Imron bersekolah di SR (sekolah rakyat) setara SD, setelah itu melanjutkan sekolah di Madrasah Islamiyah Mifathul Ulum (MIM), menginjak remaja kyai Imron kecil yang haus akan ilmu agama malanjutkan pengembaraan ilmunya dengan menempa pendidikan di pondok pesantren Lirboyo Kediri dan mengaji kepada mbah Kyai Marzuqi Dahlan, Ketika liburan Tiba beliau tidak lantas pulang untuk melepas rindu kepada keluarganya selayaknya santri-santri pada umumnya, melainkan beliau mencari sanad ilmu keagamaan dipondok pesantren lain, tercatat beliau pernah pasaran di Pati, Banyuwangi, dan Sidoarjo, Hal ini dilakukan nya selama lima Tahun, hingga akhirnya sang ibu memintanya untuk pulang.
Setelah selesai melakukan pengembaraan mencari ilmu agama selama belasan tahun, lantas beliau diminta untuk membantu mengajar di pondok pesantren salaf APIK yang diasuh oleh ayahnya, selain itu kyai Imron juga diminta oleh pamannya kyai Kholil Hasan untuk membantu mengajar di pondok pesantren Putri ARIS Saribaru, dari sinilah kyai Imron akhirnya menemukan pendamping hidup, dari buah pernikahannya ini kyai Imron dikaruniai 7 orang putra putri.
KH.M.Imron Humaidulloh diamanati untuk melanjutkan estafet kepengasuhan pondok pesantren salaf APIK Kauman Kaliwungu peninggalan dari sang kakek, setelah melalui musyawarah mufakat kyai-kyai sepuh kaliwungu Kendal yang dipimpin Kyai Abdul Hamid pada saat sebelum upacara pemberangkatan Jenazah ayahandanya (KH. Humaidulloh Irfan) bertepatan pada tanggal 29 Ramadhan 1405 H/ 17 Juni 1985 dan beliau mengasuh pondok pesantren salaf APIK selama kurang lebih 19 tahun, Hingga akhirnya Mendung kelabu dipertengahan bulan Maulid ( Robi’ul awal ) tepatnya tanggal 16 Rabi’ul awal 1424 diusianya yang menginjak 52, beliau di panggil Allah untuk selamanya.
#Catatan Peringatan Haul Al-Marhum Al-Maghfurulahu Abah KH.M.Imron Humaidulloh ke 20.
Semoga kita semua diakui sebagai santri beliau. Aamiinnnn
By: Abdul Majid Muhdlor
Related Post
Terbaru
- HIMMAHKU PEKALONGAN BERSAMA DZURIYAH PONPES SALAF APIK SALURKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR
- Asesmen PDF Ulya APIK: Langkah Nyata Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
- Kang Jalal Jadi Garda Depan Pangan Halal, Baznas-RMI PWNU Jateng-MUI Bersinergi
- DZULQA’DAH BULAN DAMAI, DIPLOMASI, DAN DAKWAH RASULULLAH
- RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing
Leave a comment