Berita terkini
Tidak Boleh Menyalahkan Orang Lain

Menyalahkan orang lain atau diri sendiri merupakan perbuatan yang sama-sama tidak baik. Keduanya dapat menyakitkan dan merusak hubungan antar sesama manusia. Di saat perasaan sedang tidak nyaman, menghadapi kegagalan, sakit hati dan marah, menyalahkan orang lain dan mengutuk diri sendiri biasanya menjadi hal pertama yang dilakukan. Mencari kambing hitam dari masalah yang ada lebih sering didahulukan daripada mencari kebenaran yang memang benar-benar sudah ril. Di sinilah pentingnya kita belajar bersikap tenang dan bijak menghadapi berbagai masalah.Mengapa kita harus belajar berhenti menyalahkan orang lain? Terlebih kalau kita timbang-timbang ,kehebatan atau Ilmu yang kita miliki jauh lebih rendah dari pada orang lain.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut .Pertama, kesalahan bisa dilakukan siapa saja, termasuk orang-orang yang kita cintai. Namun, bukan berarti hubungan yang terjadi antar manusia selalu didasari dengan kebenaran atau kesalahan. Kesalahan itu pasti terjadi, baik besar maupun kecil. Besar dan kecilnya, ditentukan oleh cara pandang manusia itu sendiri, terlepas dari ada dan tidaknya konsensus sosial melalui nilai dan norma yang menentukan besar kecilnya kesalahan itu. Semakin banyak menyalahkan orang lain, semakin sulit diri kita berkembang. Waktu yang kita punya, paling tidak akan habis buat memikirkan orang yang kita anggap salah itu. Akhirnya, kita melakukan apapun demi rasa marah terhadapnya atau bahkan kita tidak melakukan apa-apa, hanya sibuk mengutuk diri dan menyalahkannya.


          Kedua, kegagalan dalam mencapai sesuatu memang sering berimbas kepada tindakan menyalahkan orang lain. Sekalipun ada unsur kesalahan itu, tidak seharusnya kita menjustifikasi secara mutlak bahwa itu kesalahan orang lain. Ketika kita menilai orang lain seperti pemikiran kita, orang juga akan menilai kita seperti itu. Prasangka baik sejatinya akan berbuah baik, demikian pula prasangka buruk. Sering-seringlah bertanya kepada diri sendiri, apa saja yang telah orang lain berikan untuk kita, sehingga kita akan menyadari betapa kita berutang banyak kepada orang lain dan harus berbuat baik kepada orang lain.
          Ketiga, perlu kita ingat bahwa masalah yang berujung pada konflik seringkali berawal dari hadirnya isu atau masalah yang merasa dirugikan. Kita merasa orang lain tidak pernah bisa memenuhi harapan kita, tidak sesuai dengan keinginan kita, sehingga tuntutan-tuntutan terhadap orang lain untuk bisa menjadi seperti yang kita harapkan semakin membesar. Sedikit saja orang tidak sesuai sama kita, kita merasa kecewa dan ujung-ujungnya bisa disalahkan. Padahal, kalau kita berpikir secara mendalam, pikiran dan harapan orang lain kepada kita pun gak jauh berbeda dengan corak pandang kita .
          Bagaimana caranya agar kita tidak terjebak dalam rasa bersalah dan menyalahkan?
            Pertama, belajar bermuhasabah. Berintrospeksi diri dan belajar menerima kenyataan apa yang harus didahulukan supaya kita tidak larut dalam kemarahan, kebencian dan menyalahkan diri sendiri juga orang lain.

            Kedua, kembalikan semua pada porsinya, memaksimalkan ikhtiar, menyempurnakan doa. Jangan menyalahkan orang lain ketika kita gagal, dan jangan hal itu dijadikan senjata untuk menutupi kegagalan kita karena akan berakibat fatal bagi perkembangan diri kita sendiri. Sikap seperti ini hanya akan menjadi pola kegagalan yang berakar dalam diri kita, yang bisa menjadikan hal tersebut sulit untuk diperbaiki.

Semoga Bermanfaat………..

By: Abdul Majid Muhdlor

Facebook Comments

About the author

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *