Kaliwungu,17 Mei 2019 M/13 Romadlon 1440 H.

Biografi singkat KH.Irfan Irfan Bin Musa
KH Irfan bin Musa adalah Muassis Al-Ma’had As-Salafiyah Kauman (APIK) Kaliwungu ,Penggerak dan pembuka peradaban Kaliwungu sebagai Kota Santri ,Generasi Ke 3 setelah Kyai Guru Asy’ari (1746-1876 ) dan Pembabat alas Kaliwungu Sunan Katong .Terlahir di Tahun 1859 Di Kaliwungu Kendal ,Masa kecil Kyai Irfan dijalani dengan kesederhanaan ,nriman dan selalu mengalah dan sangat mengaisihi adik kandung nya Yaitu Ridwan.Kyai Irfan Kecil tumbuh di keluarga yang besar, ia merupakan anak ke 19 dari 20 saudara kandung pasangan Kyai Musa dan Nyai Khodijah.Beliau merupakan Seorang anak yang pendiam dan tidak suka bermain seperti anak kebanyakan ,
Pendidikan nya di awali di tanah kelahiran dg mengaji pada Al Arif Billah Kyai Abdul Karim Kaliwungu (Ulama Kurun Syeikh Kholil Bangkalan dan Kyai Sholeh Darat di Makkah nya ) tepatnya di Kampung petekan desa krajan kulon , Juga pada Kyai Abdul Manan Abah nya Kyai Abu Choir , juga pada Kyai Barnawi ,Kyai Ismail yang merupakan Ulama-Ulama Kaliwungu .
Menginjak usia 15 atau sekitar Tahun 1874 pergi ke Negri Hijjaz untuk menunaikan Ibadah haji , juga utk memperdalam ilmu agama , Selama 15 tahun tinggal di makkah sampai dengan 1889 kembali ke tanah air ,Dalam Usia 30 tahun , mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang di dapatinya dari Tanah Harom Makkah Al Mukarromah .
Sepuluh Tahun membangun pergerakan membina kesantrian mengamalkan ilmu nya ,di samping mengalami pahit getirnya perjuangan melawan penjajahan , Kyai Irfan adalah orang yang gigih dlm melawan penjajah yang sangat ditakuti oleh Belanda , sehingga baru setelah usia 40 Tahun Beliau Menikah dg Ruqoyyah pada hari Senin bulan jumadil Akhir tahun 1317 H bertepatan dengan tahun 1899 M.
Selang beberapa tahun setelah menikah Kyai Irfan meminta izin istri nya dan orang tua utk Pergi ke makkah lagi guna memperdalam ilmu .
Pada kedatangan ke tanah air kali kedua ini lah Kyai Irfan mempunyai niatan utk melaksanakan cita cita nya mendirikan Pondok Pesantren .
Dan dalam Usia 60 tahun tepatnya Pada tanggal 12 Februari 1919 M atau bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 1338 H, Beliau mendirikan Pondok Pesantren dengan nama Al-Ma’hadus Salafi al-Kaumani yang sekarang kita kenal dengan nama Ponpes APIK Kauman Kaliwungu . Sebuah pesantren yang dibangun di atas tanah waqaf dari KH. Irfan pada tanggal l2 Dzulhijjah 1338 H, bertepatan dengan tanggal 12 Pebruari 1919 M, yang sekarang dinamakan Komplek A dan Beliau sebagai pengasuhnya, sedangkan Lurah Pondok dipercayakan kepada keponakannya yaitu Kyai Ahmad Ru’yat pada waktu itu, belum ada santri yang dianggap besar, selama beberapa tahun, dan dibantu oleh Kyai Usman Abdurrosyid,
kemudian setelah datang nya Kyai. Idris Kamali Kempek Cirebon dipercayalah Beliau Kyai Idris sebagai Lurah Pondok
Selama kurang lebih 12 Tahun membangun dan membesarkan Pesantren , Kyai Irfan kembali ke Rahmatullah , pada Ahad kliwon ba’da dhuhur tanggal 13 Ramadhan 1349 H atau bertepatan dengan tanggal 01 Februari 1931M.
Setelah wafatnya KH. lrfan serta pindahnya Kyai Idris Kamali ke Pondok Tebu Ireng Jombang, Pengasuh Pondok dipegang langsung oleh KH. Ahmad Ru’yat bin Abdullah bin Musa dan Lurah Pondok dipercayakan langsung kepada sepupu nya yaitu Kyai Abdullah bin Idris bin Musa.
Kyai Ahmad Rukyat yang merupakan salah seorang Murid dari Kyai Idris Jamsaren Solo , salah seorang Murid dari Kyai Sholeh Darat ,Semarang .
Kyai Sholeh darat itu Satu kurun dengan Mbah Kholil Bangkalan dilihat dari kelahiran sama yaitu Tahun 1820
Syeikh Nawawi Al bantani lebih sepuh di atas nya , yang kelahiran nya Tahun 1813 .
Menyusul di era ini Syeikh Mahfudz Attarmasi kelahiran 1868 , Lalu Hadrotus Syeikh Hasyim Asyari Yg lahir Tahun 1875 Masih di era Mbah Kholil ada Kyai Anwar dari Batang Jawa tengah,Mushonnif kitab ‘Aisyul Bahri ,juga Kyai Abdul Karim Kaliwungu Guru dari Shohibul Hadzal Haul Kyai Irfan .
Kembali kpd Kyai Irfan yang kelahiran 1859 Beliau Punya 21 anak kandung, dg Nyai Ruqoyah mempunyai 10 keturunan ,
Dg istri kedua yaitu Nyai Istiqomah satu anak ,Nyai istiqomah 3 thn menjadi istri karena meninggal ,Lalu menikah dengan Nyai Sufirah dan mempunyai 8 keturunan .
Dari Nyai Surifah ini Lahir Kyai Humaidullah Irfan sebagai penerus estafet Kepemimpinan pondok Salaf APIK Kauman Kaliwungu . yang kemudian di Teruskan Putra nya Yaitu Kyai Imron Humaidullah , Kyai Imron Wafat lalu di Teruskan Adik nya Kyai M.Sholahudin Humaidullah beserta dengan dzurriyah sampai dengan sekarang .

Para santri ,Alumni beserta masyarakat Dalam memperingati Haul KH.Irfan bin Musa 13 Romadhon 1440 H di Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu.
Top of Form
| Email atau Telepon | Kata Sandi |
| Lupa akun? |
Bottom of Form
Lihat selengkapnya dari Balai KH Dimyati Rois di Facebook
atau
Halaman Terkait
Pembicara Motivasi
Podcast
Sejarah Ulama & Habaib Nusantara
Buku
Seri Buku
Organisasi Keagamaan
Pengagum Mbah Maimoen Zubair dan Gus Dur
Tokoh Masyarakat
Tokoh Masyarakat
Gerakan
Kreator Video
Media
Tutor/Guru
Ilmuwan
Postingan Terbaru berdasarkan Halaman
Ihtitam Alfiyah 1997
Diceritakan dari Ummi salamah RA , saya bertanya pada Rosulillahi SA…Lihat Selengkapnya
Bahasa Indonesia · English (UK) · Basa Jawa · Español · Português (Brasil)
Privasi · Ketentuan · Iklan · Pilihan Iklan · Cookie ·
Facebook © 2019
Manaqib Kyai Irfan Bin Musa
Haul Ke 89 nanti malam 13 Romadhon
KH Irfan bin Musa Muassis Al-Ma’had As-Salafiyah Kauman (APIK) Kaliwungu ,Penggerak
dan pembuka peradaban Kaliwungu sebagai Kota Santri ,Generasi Ke 3 setelah Kyai
Guru Asy’ari (1746-1876 ) dan Pembabat alas Kaliwungu Sunan Katong .Terlahir di
Tahun 1859 Di Kaliwungu Kendal ,Masa kecil Kyai Irfan dijalani dengan
kesederhanaan ,nriman dan mengalah dan sangat mengaisihi adik kandung nya Yaitu
Ridwan tumbuh di keluarga yang besar, ia adalah anak ke 19 dari 20 saudara
kandung pasangan Kyai Musa dan Nyai Khodijah
Seorang anak yang pendiam dan tidak suka bermain seperti anak kebanyakan ,
Pendidikan nya di awali di tanah kelahiran dg mengaji pada Al Arif Billah Kyai
Abdul Karim Kaliwungu (Ulama Kurun Syeikh Kholil Bangkalan dan Kyai Sholeh
Darat di Makkah nya ) tepatnya di Kampung petekan desa krajan kulon , Juga pada
Kyai Abdul Manan Abah nya Kyai Abu Choir , juga pada Kyai Barnawi ,Kyai Ismail
..yg merupakan Ulama-Ulama Kaliwungu .
Menginjak usia 15 atau sekitar Tahun 1874 pergi ke Negri hijjaz untuk
menunaikan Ibadah haji , juga utk memperdalam ilmu agama , Selama 15 tahun
tinggal di makkah sampai dengan 1889 kembali ke tanah air ,Dalam Usia 30 tahun
, mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang di dapatinya dari Tanah Harom Makkah
Al Mukarromah .
Sepuluh Tahun membangun pergerakan membina kesantrian mengamalkan ilmu nya ,di
samping mengalami pahit getirnya perjuangan melawan penjajahan , Kyai Irfan
adalah orang yang gigih dlm melawan penjajah yang sangat ditakuti oleh Belanda
, sehingga baru setelah usia 40 Tahun Beliau Menikah dg Ruqoyyah pada hari
Senin bulan jumadil Akhir tahun 1317 H bertepatan dengan tahun 1899 M.
Selang beberapa tahun setelah menikah Kyai Irfan meminta izin istri nya dan
orang tua utk Pergi ke makkah lagi guna memperdalam ilmu .
Pada kedatangan ke tanah air kali kedua ini lah Kyai Irfan mempunyai niatan utk
melaksanakan cita cita nya mendirikan Pondok Pesantren .
Dan dalam Usia 60 tahun tepatnya Pada tanggal 12 Februari 1919 M atau
bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 1338 H, Beliau mendirikan Pondok
Pesantren dengan nama Al-Ma’hadus Salafi al-Kaumani yang sekarang kita kenal
dengan nama Ponpes APIK . Sebuah pesantren yang dibangun di atas tanah waqaf
dari KH. Irfan pada tanggal l2 Dzulhijjah 1338 H, bertepatan dengan tanggal 12
Pebruari 1919 M, yang sekarang dinamakan Komplek A dan Beliau sebagai
pengasuhnya, sedangkan Lurah Pondok dipercayakan kepada keponakannya yaitu Kyai
Ahmad Ru’yat pada waktu itu, belum ada santri yang dianggap besar, selama
beberapa tahun, dan dibantu oleh Kyai Usman Abdurrosyid,
kemudian setelah datang nya Kyai. Idris Kamali Kempek Cirebon dipercayalah
Beliau Kyai Idris sebagai Lurah Pondok
Selama kurang lebih 12 Tahun membangun dan membesarkan Pesantren , Kyai Irfan kembali ke Rahmatullah , pada Ahad kliwon ba’da dhuhur tanggal 13 Ramadhan 1349 H atau bertepatan dengan tanggal 01 Februari 1931M.
Setelah
wafatnya KH. lrfan serta pindahnya Kyai Idris Kamali ke Pondok Tebu Ireng
Jombang, Pengasuh Pondok dipegang langsung oleh KH. Ahmad Ru’yat bin Abdullah
bin Musa dan Lurah Pondok dipercayakan langsung kepada sepupu nya yaitu Kyai
Abdullah bin Idris bin Musa.
Kyai Ahmad Rukyat yang merupakan salah seorang Murid dari Kyai Idris Jamsaren
solo , salah seorang Murid dari Kyai Sholeh Darat ,Semarang .
Kyai Sholeh darat itu Satu kurun dengan Mbah Kholil Bangkalan dilihat dari
kelahiran sama yaitu Tahun 1820
Syeikh Nawawi Albantani lebih sepuh di atas nya , yang kelahiran nya Tahun 1813
.
Menyusul di era ini Syeikh Mahfudz Attarmasi kelahiran 1868 , Lalu Hadrotus
Syeikh Hasyim Asyari Yg lahir Tahun 1875 Masih di era Mbah Kholil ada Kyai
Anwar dari Batang Jawa tengah,Mushonnif kitab ‘Aisyul Bahri ,juga Kyai Abdul
Karim Kaliwungu Guru dari Shohibul Hadzal Haul Kyai Irfan .
Kembali kpd Kyai Irfan yang kelahiran 1859 Beliau Punya 21 anak kandung, dg
Nyai Ruqoyah mempunyai 10 keturunan ,
Dg istri kedua yaitu Nyai Istiqomah satu anak ,Nyai istiqomah 3 thn menjadi
istri karena meninggal ,Lalu menikah dengan Nyai Sufirah dan mempunyai 8
keturunan .
Dari Nyai Surifah ini Lahir Kyai Khumaidullah Irfan sebagai penerus estafet
Kepemimpinan pondok Salaf APIK Kauman Kaliwungu . yang kemudian di Teruskan
Putra nya Yaitu Kyai Imron Humaidullah , Kyai Imron Wafat lalu di Teruskan Adik
nya Kyai M.Sholahudin Humaidullah sampai sekarang .
Top of Form
Bottom of Form
Top of Form
| Email atau Telepon | Kata Sandi |
| Lupa akun? |
Bottom of Form
Lihat selengkapnya dari Balai KH Dimyati Rois di Facebook
atau
Halaman Terkait
Pembicara Motivasi
Podcast
Sejarah Ulama & Habaib Nusantara
Buku
Seri Buku
Organisasi Keagamaan
Pengagum Mbah Maimoen Zubair dan Gus Dur
Tokoh Masyarakat
Tokoh Masyarakat
Gerakan
Kreator Video
Media
Tutor/Guru
Ilmuwan
Postingan Terbaru berdasarkan Halaman
Ihtitam Alfiyah 1997
Diceritakan dari Ummi salamah RA , saya bertanya pada Rosulillahi SA…Lihat Selengkapnya
Bahasa Indonesia · English (UK) · Basa Jawa · Español · Português (Brasil)
Privasi · Ketentuan · Iklan · Pilihan Iklan · Cookie ·
Facebook © 2019
Manaqib Kyai Irfan Bin Musa
Haul Ke 89 nanti malam 13 Romadhon
KH Irfan bin Musa Muassis Al-Ma’had As-Salafiyah Kauman (APIK) Kaliwungu ,Penggerak
dan pembuka peradaban Kaliwungu sebagai Kota Santri ,Generasi Ke 3 setelah Kyai
Guru Asy’ari (1746-1876 ) dan Pembabat alas Kaliwungu Sunan Katong .Terlahir di
Tahun 1859 Di Kaliwungu Kendal ,Masa kecil Kyai Irfan dijalani dengan
kesederhanaan ,nriman dan mengalah dan sangat mengaisihi adik kandung nya Yaitu
Ridwan tumbuh di keluarga yang besar, ia adalah anak ke 19 dari 20 saudara
kandung pasangan Kyai Musa dan Nyai Khodijah
Seorang anak yang pendiam dan tidak suka bermain seperti anak kebanyakan ,
Pendidikan nya di awali di tanah kelahiran dg mengaji pada Al Arif Billah Kyai
Abdul Karim Kaliwungu (Ulama Kurun Syeikh Kholil Bangkalan dan Kyai Sholeh
Darat di Makkah nya ) tepatnya di Kampung petekan desa krajan kulon , Juga pada
Kyai Abdul Manan Abah nya Kyai Abu Choir , juga pada Kyai Barnawi ,Kyai Ismail
..yg merupakan Ulama-Ulama Kaliwungu .
Menginjak usia 15 atau sekitar Tahun 1874 pergi ke Negri hijjaz untuk
menunaikan Ibadah haji , juga utk memperdalam ilmu agama , Selama 15 tahun
tinggal di makkah sampai dengan 1889 kembali ke tanah air ,Dalam Usia 30 tahun
, mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang di dapatinya dari Tanah Harom Makkah
Al Mukarromah .
Sepuluh Tahun membangun pergerakan membina kesantrian mengamalkan ilmu nya ,di
samping mengalami pahit getirnya perjuangan melawan penjajahan , Kyai Irfan
adalah orang yang gigih dlm melawan penjajah yang sangat ditakuti oleh Belanda
, sehingga baru setelah usia 40 Tahun Beliau Menikah dg Ruqoyyah pada hari
Senin bulan jumadil Akhir tahun 1317 H bertepatan dengan tahun 1899 M.
Selang beberapa tahun setelah menikah Kyai Irfan meminta izin istri nya dan
orang tua utk Pergi ke makkah lagi guna memperdalam ilmu .
Pada kedatangan ke tanah air kali kedua ini lah Kyai Irfan mempunyai niatan utk
melaksanakan cita cita nya mendirikan Pondok Pesantren .
Dan dalam Usia 60 tahun tepatnya Pada tanggal 12 Februari 1919 M atau
bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 1338 H, Beliau mendirikan Pondok
Pesantren dengan nama Al-Ma’hadus Salafi al-Kaumani yang sekarang kita kenal
dengan nama Ponpes APIK . Sebuah pesantren yang dibangun di atas tanah waqaf
dari KH. Irfan pada tanggal l2 Dzulhijjah 1338 H, bertepatan dengan tanggal 12
Pebruari 1919 M, yang sekarang dinamakan Komplek A dan Beliau sebagai
pengasuhnya, sedangkan Lurah Pondok dipercayakan kepada keponakannya yaitu Kyai
Ahmad Ru’yat pada waktu itu, belum ada santri yang dianggap besar, selama
beberapa tahun, dan dibantu oleh Kyai Usman Abdurrosyid,
kemudian setelah datang nya Kyai. Idris Kamali Kempek Cirebon dipercayalah
Beliau Kyai Idris sebagai Lurah Pondok
Selama kurang lebih 12 Tahun membangun dan membesarkan Pesantren , Kyai Irfan kembali ke Rahmatullah , pada Ahad kliwon ba’da dhuhur tanggal 13 Ramadhan 1349 H atau bertepatan dengan tanggal 01 Februari 1931M.
Setelah
wafatnya KH. lrfan serta pindahnya Kyai Idris Kamali ke Pondok Tebu Ireng
Jombang, Pengasuh Pondok dipegang langsung oleh KH. Ahmad Ru’yat bin Abdullah
bin Musa dan Lurah Pondok dipercayakan langsung kepada sepupu nya yaitu Kyai
Abdullah bin Idris bin Musa.
Kyai Ahmad Rukyat yang merupakan salah seorang Murid dari Kyai Idris Jamsaren
solo , salah seorang Murid dari Kyai Sholeh Darat ,Semarang .
Kyai Sholeh darat itu Satu kurun dengan Mbah Kholil Bangkalan dilihat dari
kelahiran sama yaitu Tahun 1820
Syeikh Nawawi Albantani lebih sepuh di atas nya , yang kelahiran nya Tahun 1813
.
Menyusul di era ini Syeikh Mahfudz Attarmasi kelahiran 1868 , Lalu Hadrotus
Syeikh Hasyim Asyari Yg lahir Tahun 1875 Masih di era Mbah Kholil ada Kyai
Anwar dari Batang Jawa tengah,Mushonnif kitab ‘Aisyul Bahri ,juga Kyai Abdul
Karim Kaliwungu Guru dari Shohibul Hadzal Haul Kyai Irfan .
Kembali kpd Kyai Irfan yang kelahiran 1859 Beliau Punya 21 anak kandung, dg
Nyai Ruqoyah mempunyai 10 keturunan ,
Dg istri kedua yaitu Nyai Istiqomah satu anak ,Nyai istiqomah 3 thn menjadi
istri karena meninggal ,Lalu menikah dengan Nyai Sufirah dan mempunyai 8
keturunan .
Dari Nyai Surifah ini Lahir Kyai Khumaidullah Irfan sebagai penerus estafet
Kepemimpinan pondok Salaf APIK Kauman Kaliwungu . yang kemudian di Teruskan
Putra nya Yaitu Kyai Imron Humaidullah , Kyai Imron Wafat lalu di Teruskan Adik
nya Kyai M.Sholahudin Humaidullah sampai sekarang .
Top of Form
Bottom of Form
Related Post
Terbaru
- HIMMAHKU PEKALONGAN BERSAMA DZURIYAH PONPES SALAF APIK SALURKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR
- Asesmen PDF Ulya APIK: Langkah Nyata Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
- Kang Jalal Jadi Garda Depan Pangan Halal, Baznas-RMI PWNU Jateng-MUI Bersinergi
- DZULQA’DAH BULAN DAMAI, DIPLOMASI, DAN DAKWAH RASULULLAH
- RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing
Leave a comment